Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet: Aku Bukan Politikus

Ratna Sarumpaet: Aku Bukan Politikus
Aku Bukan Politikus

Aku Bukan Politikus adalah sebuah autobiografi yang menuturkan kisah hidup Ratna Sarumpaet, seorang seniman sekaligus aktivisis legendaris yang dimiliki Indonesia.

Buku Aku Bukan Politikus tersedia di:

Itu kejadian terburuk yang pernah menimpa diriku sepanjang tujuh puluh empat tahun usiaku. Aku betul berbohong pada anak-anakku tanpa alasan. Hingar-bingar politik lalu menyeretnya keruang-ruang publik dan penguasa meletakkannya di pasal kriminal paling berat peninggalan zaman penjajahan.

Sebenarnya aku tidak heran Kepolisian dan Kejaksaan memaksakan pasal pidana berat atas kebohonganku. Membungkamku adalah target dari penangkapanku dan berhasil memenjarakanku adalah berhasil membungkamku.

Selama lebih dari satu bulan kasusku mendominasi pemberiataan di semua media. Siang malam televisi, radio, media cetak, daring, gegap gempita mengupas kasusku. Seolah-olah sedang membahas dengan serius sebuah masalah besar, mereka berlomba- lomba mengorek-ngorek kasusku dari segala kemungkinan lalu dikembang-kembangkan dan dipertontonkan. Apa yang terjadi di media sosial jauh lebih buruk. Beberapa YouTuber, tak penting apa latar belakang yang bersangkutan.Tak penting dia punya kapasitas atau tidak, semua tiba-tiba jadi ahli ilmu jiwa dan ilmu kebohongan dan semua merasa berhak mencaci dan menghakimi.

Aku berbohong pada anak-anakku. Aku tidak korupsi. Tidak selembar kertas pun pernah kuambil dari yang bukan hakku dan kalau ada pihak yang berhak kecewa atau marah atas perbuatanku, mereka adalah anak-anakku, anak-anak kandungku.

Itulah kebebasan berekspresi di tengah Pemilu kita yang sekarang jadi sangat liberal, didukung kemajuan teknologi komunikasi yang terus berkembang, tanpa adanya aturan Negara tentang batas-batas etika,agar demokrasi kita tidak melenceng dari hakekatnya.

Banyak pihak mengatakan kasusku telah membuat para busser kaya mendadak. Masalah ‘busser’ jadi salah satu dampak terburuk Pemilu pasca hilangnya Pancasila dari Undang-Undang Dasar 1945. Pemilu berbiaya tinggi dan sangat transaksonal itu, tanpa kita kadari telah merusak diri kita. Membuat bangsa kita terbelah dan kehilangan empaty.

Pada diriku, terutama pada Tuhanku aku berjanji, demi bangsa ini, demi masa depan generasi anak-cucuku, aku akan terus mengingatkan betapa mengembalikan Pancasila kedalam Undang-Undang Dasar 1945, adalah keniscayaan. Bismillahhirahmanirrahim.

Tentang Ratna Sarumpaet

Dikenal secara internasional di Indonesia, Ratna berhasil menyatukan keunggulan profesional dan artistik dengan kepedulian terhadap penderitaan umat manusia. Blak-blakan, tajam dan kritis, dia memposisikan dirinya melawan otoritas. Semua karyanya berawal dari kemarahannya terhadap kasus pelanggaran HAM dan diskriminasi.

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet

"Marsinah Menggugat", sebuah monolog yang luar biasa, adalah reaksinya terhadap pembunuhan yang belum terselesaikan terhadap seorang buruh pabrik (1993), yang dilarang secara brutal di delapan kota. Membawa publik ke titik-titik ketakutan manusia yang tersembunyi, Ratna menggerakkan hati nurani masyarakat, ketika kemunafikan dan penindasan tampaknya telah membungkam suara hati rakyat (Carla B, The Jakarta Post, Juli 1999)

"Memahami itu kau akan mengerti betapa berharganya bangsamu dan betapa penting menjaganya dalam kedamaian yang paripurna"

Buku Aku Bukan Politikus tersedia di:

Ratna Sarumpaet: Aku Bukan Politikus