Cara Menghadapi Overthinking agar Pikiran Lebih Tenang dan Terarah

Overthinking atau berpikir berlebihan adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus memikirkan suatu hal secara mendalam hingga melampaui batas wajar. Alih-alih menemukan solusi, overthinking justru sering menimbulkan kecemasan, rasa takut, bahkan kelelahan emosional. Banyak orang mengalami hal ini tanpa disadari, terutama ketika menghadapi keputusan penting atau situasi yang tidak pasti. Untuk itu, penting memahami Cara Menghadapi Overthinking agar hidup terasa lebih ringan dan pikiran menjadi lebih terkendali.


1. Sadari Bahwa Anda Sedang Overthinking

Kesadaran diri (self-awareness) adalah langkah awal untuk mengendalikan pikiran yang berlebihan. Ciri-cirinya antara lain:

  • Memikirkan satu masalah secara berulang-ulang

  • Membayangkan berbagai kemungkinan buruk

  • Merasa takut atas sesuatu yang belum terjadi

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, Anda bisa segera menghentikan alur pikiran yang tidak sehat.


2. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Banyak orang overthinking karena terlalu memikirkan hal yang sebenarnya tidak bisa mereka atur, seperti pendapat orang lain atau kejadian yang belum terjadi. Dengan memfokuskan energi hanya pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan, pikiran akan lebih terarah. Tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah ini sesuatu yang bisa aku kendalikan?”
Jika tidak, lepaskanlah.


3. Gunakan Teknik Grounding atau Mindfulness

Teknik ini membantu Anda kembali ke momen sekarang sehingga pikiran tidak berlari terlalu jauh. Beberapa metode sederhana:

  • Pernapasan sadar: tarik napas dalam, tahan sebentar, hembuskan perlahan, ulangi beberapa kali

  • Meditasi singkat

  • Menikmati musik atau mengamati lingkungan sekitar secara sadar


4. Batasi Waktu untuk Berpikir

Anda bisa menetapkan worry time, misalnya 10–15 menit per hari, untuk memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiran. Setelah waktu habis, hentikan dan lanjutkan aktivitas lain. Cara ini mengajarkan otak bahwa ada batas antara waktu untuk memikirkan masalah dan waktu untuk menjalani aktivitas normal.


5. Tuliskan Kekhawatiran Anda

Menuliskan pikiran di buku catatan atau jurnal dapat membantu melepaskan beban mental. Dengan menuangkan pikiran ke dalam tulisan, Anda dapat melihat situasi dengan lebih objektif dan menemukan solusi yang lebih rasional. Cara ini juga membantu Anda memahami pola pikir sehingga lebih mudah menghentikan overthinking di kemudian hari.


6. Sibukkan Diri dengan Aktivitas Positif

Overthinking sering muncul ketika pikiran kosong. Mengisi waktu dengan kegiatan seperti:

  • Olahraga (jogging, yoga, senam)

  • Hobi kreatif

  • Memasak

  • Berinteraksi dengan teman

…dapat mengurangi intensitas pikiran negatif sekaligus melepaskan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati.


7. Berbagi dengan Orang Terpercaya

Kadang overthinking muncul karena kita memendam pikiran sendiri. Dengan bercerita kepada teman dekat, keluarga, atau pasangan, Anda bisa mendapatkan perspektif baru dan dukungan emosional. Jika overthinking sangat mengganggu, pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog atau konselor profesional.


8. Perlakukan Diri Sendiri dengan Lembut

Jangan menyalahkan diri sendiri jika mudah overthinking. Semua orang pernah mengalaminya. Belajarlah menerima bahwa tidak semua hal dapat berjalan sempurna. Berikan ruang bagi diri untuk beristirahat dan menghargai setiap kemajuan kecil.

Baca juga: Backpacker vs Luxury Traveler Dua Gaya Berwisata, Satu Tujuan


Menghadapi overthinking membutuhkan waktu dan latihan, namun bukan hal yang mustahil. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, Anda dapat mengurangi beban pikiran dan menjalani hidup dengan lebih tenang. Ingat, kesehatan mental adalah prioritas, dan setiap orang berhak merasakan ketenangan dalam hidup.